Home » Digital Marketing,SEO » Long Tail Keyword: Teknik SEO Untuk Mendatangkan Traffic

Long Tail Keyword: Teknik SEO Untuk Mendatangkan Traffic

Daftar Isi

Keyword untuk sebuah konten website umumnya dikenal dengan tiga istilah yaitu short tail, mid tail, dan long tail. Dari tiga ini seorang penulis konten dapat menentukan jenis keyword yang akan digunakan untuk meningkatkan traffic websitenya.

Sebagai seorang penulis konten tentu tugasnya tidak hanya sekedar menulis. Akan tetapi, ia juga harus memahami teknik SEO agar konten yang di tulis muncul di halaman pertama mesin pencari dan di kunjungi.

Jika Anda memiliki situs yang baru dan belum memiliki otoritas, tentu agak susah bersaing dengan situs yang sudah memiliki otoritas. Oleh karena itu, Anda harus memiliki strategi dalam membuat sebuah konten.

Nah, salah satu teknik yang cocok untuk membuat konten di website yang belum memiliki otoritas, yaitu dengan menggunakan kata kunci long tail.

Pada artikel ini tidak membahas tiga jenis keyword yang sudah di sebutkan. Akan tetapi, hanya membahas salah satunya yaitu long tail keyword. Penasaran apa yang dimaksud dengan long tail keyword? Yuk, lanjutkan membaca artikel ini sampai selesai.

Apa itu Long Tail Keyword

Long tail keyword adalah kata kunci yang cenderung lebih panjang, spesifik, dan memiliki volume pencarian relatif rendah. Sehingga tingkat persaingannya lebih mudah untuk masuk di halaman pertama.

Penggunaan kata kunci long tail merupakan salah satu teknik SEO untuk meningkatkan traffic dengan menargetkan kata kunci spesifik bervolume rendah.

Khusus untuk situs baru atau website yang belum memiliki banyak otoritas, menggunakan long tail keyword untuk membuat sebuah konten merupakan salah satu teknik yang tepat.

Sebab, untuk memenangkan persaingan di SERP memiliki peluang yang besar dengan menargetkan kata kunci yang spesifik.

Untuk mengetahui seperti apa perbedaan jenis kata kunci head terms, medium tail, dan long tail keyword, Anda dapat melihat ilustrasi yang di tunjukkan pada gambar berikut ini.

Keyword Search Semrush

Ada orang berpendapat bahwa long tail keyword merupakan kata kunci yang terdiri lebih dari tiga kata atau cenderung lebih panjang. Namun, perlu di garis bawahi bahwa yang di maksud dengan long tail keyword ialah kata kunci yang spesifik dan bervolume rendah.

Apa Saja Jenis Kata Kunci Long Tail

Agar tidak salah dalam menggunakan kata kunci long tail, maka Anda harus memahami jenis long tail keyword. Jenis kata kunci ini di kenal dua jenis yaitu topical long-tail keywords dan supporting long-tail keywords. 

1. Supporting long-tail keywords

Supporting long-tail keywords adalah kueri penelusuran dengan volume pencarian lebih rendah tetapi memiliki makna yang sama dengan kueri penelusuran serupa dengan volume yang jauh lebih besar.

Misalnya ada keyword “best healty treats for dogs” dengan volume penelusuran 100. Sedangkan ada keyword lain yang memiliki makna yang sama seperti “healthy dog treats” dengan volume pencarian 6000, atau kata kunci “best healty dog treats” dengan volume 500.

Dari ketiga kata kunci tersebut memiliki makna yang sama. Akan tetapi, memiliki perbedaan pada volume penelusuran. Oleh sebab itu, kata kunci yang memiliki volume pencarian lebih rendah termasuk kategori supporting long-tail keywords.

2. Topical long-tail keywords

Topical long-tail keywords adalah kueri dengan kata kunci utama yang dapat mencakup semua variasi kueri pencarian pendukung yang kurang populer.

Misalnya Anda menggunakan kata kunci utama “Laptop Bisnis Terbaik”. Namun, selain itu ada kata kunci pendukung yang memiliki relasi yaitu “Rekomendasi Laptop Bisnis Terbaik”, “Laptop Bisnis Terbaik Indonesia”, “Laptop Bisnis Terbaik 2022”, atau dengan kata kunci yang memiliki relevansi dengan keyword utama.

Dengan berhasil menentukan peringkat untuk kata kunci utama, maka Anda juga akan secara otomatis memberi peringkat untuk kata kunci pendukung yang lainnya.

Nah, penggunaan jenis topical long-tail keyword ini pernah di terapkan saat mengikuti kontes SEO yang diselenggarakan oleh Urbandigital X ASUS Indonesia dengan target keyword “Laptop Bisnis Terbaik”. Pada saat itu MASAGENA ID berhasil keluar sebagai juara satu.

Website Apa Saja Yang Cocok Menggunakannya

Salah satu tujuan seseorang menulis di blognya yaitu agar tulisannya bisa muncul di mesin pencarian dan di baca oleh pengunjung.

Namun, pada kenyataannya tidak semudah membalikan tangan agar tulisan kita bisa muncul di halaman pertama pencarian. Syukur kalau apa yang di tulisa dapat di indeks search engine.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki situs baru yang belum populer sebaiknya Anda menargetkan kata kunci spesifik yang memiliki tingkat persaingan lebih rendah. Dengan begitu, konten Anda memiliki peluang lebih besar masuk di halaman pertama.

Jadi, penggunaan long tail keyword sangat cocok untuk situs baru atau website yang belum memiliki banyak otoritas.

Apa Kelebihan Long Tail Keyword

Mungkin kita berpendapat bahwa pada dasarnya Long tail keyword memiliki volume pencarian lebih rendah, berarti tidak banyak orang yang mencari informasi dengan kueri itu.

Kenapa sih kita menggunakan kata kunci long tail, padahal volume pencariannya kan lebih rendah. Kita ilustrasikan misalnya Anda menjual sebuah produk di tempat keramaian, berarti pengunjung yang melihat produk Anda lebih banyak.

Akan tetapi, pada saat yang sama di tempat Anda menjual ada banyak penjual yang menjual produk yang sama dengan Anda dan mereka sudah populer.

Sehingga produk Anda tentu memiliki peluang lebih kecil agar bisa terjual. Nah, untuk itu Anda harus menjual produk yang lebih spesifik dengan apa yang di cari oleh pelanggan.

Sama halnya ketika membuat sebuah konten yang sudah di bahas oleh beberapa situs yang sudah memiliki otoritas. Tentu untuk memenangkan persaingan sangat sulit, untuk itu kita menargetkan pada kata kunci yang lebih spesifik.

Berikut kelebihan yang perlu Anda ketahui tentang penggunaan long tail keywords dalam membuat sebuah konten.

  • Persaingan Lebih Rendah
  • Bisa Mendatangkan Banyak Trafik
  • Dapat Meningkatkan Conversion Rate
  • Easier to Rank (mudah mendapatkan rangking)
  • Targeted Traffic (trafik tertarget)
  • Biaya Lebih Rendah

Bagaimana Cara Menemukan Long Tail Keyword

Untuk mencari long tail keywords, Anda dapat memanfaatkan fitur yang ada di mesin pencarian google, forums, atau melalui aplikasi lainnya.

Contoh long tail keyword

Berikut adalah cara mendapatkan long tail keywords yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan trafik website.

  • Google’s Autocomplete Feature
  • Google’s People Also Ask (PAA) Feature
  • Google’s “Related Searches”
  • Google Ads Keyword Planner
  • Semrush Topic Research Tool
  • Semrush Keyword Magic Tool
  • Semrush Keyword Gap Tool
  • Use Ahrefs’ Keywords Explorer
  • Social Media and Forums
  • Browse Reddit, Quora, and niche forums

Cara Penggunaan Long Tail Keyword

Jika sudah menemukan kata kunci yang Anda cari yaitu long tail keywords. Selanjutnya bagaimana mengoptimasi kata kunci tersebut didalam sebuah konten.

Nah, untuk menggunakan long tail keyword dalam sebuah konten, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan kata kunci secara alami (Use Keywords Naturally)
  • Tempatkan kata kunci Anda secara strategis (Place Your Keywords Strategically)
  • Pertimbangkan maksud pencarian pengguna (Consider a User’s Search Intent)

Penutup

Long tail keyword menjadi salah satu rahasia SEO untuk mendatangkan trafik dengan kata kunci tertarget, sehingga peluang untuk masuk di halaman pertama lebih besar dengan tingkat persaingan yang lebih mudah.

Selain itu, biaya yang dibutuhkan lebih sedikit di bandingkan menggunakan short tail keyword.

Jadi, untuk membuat sebuah konten website agar dapat meningkatkan trafik, sebaiknya menggunakan kata kunci yang lebih spesifik dengan apa yang di cari oleh pengguna.

Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Daluang 165
1 year ago

Terimakasih ilmunya. Artikelnya sangat membantu saya yang kadang mengabaikan keyword kalau nulis artikel